Dzikir Qur`ani (5)
KAMI MENGUCAPKAN BELA SUNGKAWA SEDALAM_DALAMNYA UNTUK KORBAN GEMPA DI SUMBAR>SEMOGA KORBAN YANG TEWAS DI TEMPATKAN DI TEMPAT YANG MULIA DAN DI AMPUNI SEGALA DOSANYA.DAN YANG SELAMAT SENANTIASA DI BERIKAN KETABAHAN DAN KEKUATAN IMAN DAN ISLAM>

DIKIR UMAT AKHIR DZAMAN
Pembagian Dzikir
Pada kajian kali ini kita memasuki informasi tentang praktik dzikir qur`ani.Namun sebelum informasi ini kami paparkan alangkah baiknya akan kami sampaikan dahulu sirsilah keilmuan dzikir qur`ani ini.Karena sebagai bentuk pertanggung jawaban penulis(admin)yang menyampaikan kajian ini kepada guru-guru yang telah di dudukan sebagai wasilah turunnya ilmu Allah ini.Wasilah Dzikir Qur`ani sebagai berikut:
1. Allah SWT
2.Jibril AS
3.Muhammad SAW
4.Khidir AS
5.Syekh Abdul aziz ad-daabag RA
6.Syekh Abdul wahab at-tajiy RA
7.Syekh Ahmad bin Idris RA
8.Syekh Muhammad Ali As-sanusi RA
9.Syekh Muhammad al Mahdi RA
10.Syekh Ahmad asy syarif as sanusi RA
11.Asy-syekh Al Akbar Abdul Fattah RA
12.Asy-syekh Al Akbar Muhammad Dahlan RA
13.Asy-Syekh Al Akbar Muhyidin Muhammad Daud Dahlan RA
Dzikir sesungguhnya terbagi menjadi 3 bagian:
1.Dzikir atas DzatNya
Yakni pengucapan LAA ILAAHAILLALLLAH. Kita memerlukan bentuk kalimat penafian untuk menyeimbangkan dan mengselaraskan hati dengan nama Pencipta.
2.Dzikir atas IlmuNya
Yakni pengucapan Muhammadur Rasuulullah.Allah melahirkan bentuk pengetahuan Melalui sosok Nabi utusanNya.Melalui bibirnya yang lembutlah meluncur pengajaran-pengajaran berharga bagi jalan keselamatan umat manusia sebagai petunjuk.Dalam suatu hadits di sabdakan bahwa “Aku(Muhammad Rasulullah)adalah gudangnya ilmu dan Ali adalah pintunya”Sosok Ali Ra.adalah menggambarkan wasilah(penghubung).
3.Dzikir atas Af`alNya
Yakni pengucapan Fii kulli lamhatin wa nafasin `adadama wasi`ahuu `ilmullah
(sebanyak kedipan dan nafas mahluk,serta seluas ilmu Allah).Pengungkapan dzikir tersebut adalah kalimat Tafakur atas perbuatan/ciptaan Allah SWT berupa gerak nafas dzikir seluruh mahluk-Nya baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat,yang besar maupun yang terkecil sekalipun.Penghayatan dzikir inilah yang berhubungan dengan firmannNya:
“Yakni orang-orang yang berdzikir kepada Allah dengan berdiri,duduk dan berbaring(atas lambung-lambung mereka) dan bertafakur tentang penciptaan langit dan bumi” (Ali Imran : 191)
Dengan tafakur terhadap apa yang ada di langit dan di bumi(alam semesta)inilah melahirkan kesadaran bahwa Ilmu Allah itu begitu luas tanpa batas dan ayat-ayat-Nya pun tanpa batas(karena al qur`an sebagai firman Allah tidak membatasi ayat-ayat Allah).
Konsep penghayatan dzikir ini tidak terhenti pada aspek pengucapan semata,tetapi sentuhan jiwa terhadap sifat Allah Yang Rahman Dan Rahim menjadi cermin utama dalam menyikapi setiap keadaan dalam kehidupan ini.
Allah ta`ala yang menjadi objek dalam dzikir akan berubah menjadi subyek,manakala perwujudan sifat-sifat Allah yang tampak pada setiap ciptaan-Nya yang ada di bumi dan di langit mengambil tempat pada sikap atau perilaku jiwa yang berdzikir.Dengan tafakur,kesadaran akan penglihatan luasnya ilmu Allah akan tampak di rasakan.
Aspek dzikir adalah mengingat.Sedangkan inti segala ibadah adalah Mengingat Allah. Rasulullah pernah menyinggung bahwa perbedaan orang yang berdzikir dengan yang tidak berdzikir kepada Allah ibarat orang yang hidup dan orang yang mati.Orang yang hidup sesungguhnya yang memiliki keselarasan lahir batinnya dengan Allah SWT.Inilah pencapaian hasil dzikir yang hakiki dan sempurna.
Episode selanjutnya Adab-adab dalam berdzikir
























[...] qabul /bai`at dari seorang guru yang telah mendapatkan mandat dari Birokrasi Ilahiyyah.Sirsilah guru-guru dalam melaksanakan awrad dzikir mutlak adanya agar dzikir yang di laksanakan memiliki nilai tanggung jawab dan sambung menyambung [...]