Dzikir Qur`ani (6)

By admin

ADAB_ADAB DALAM BERDZIKIR
dzikir1
Adab merupakan hal yang penting bagi seseorang dalam melaksanakan dzikir.Oleh karena itu kita harus mengetahui adab/etika dalan berdzikir.Agar faedah dari dzikir yang di laksanakan ini bisa dirasakan.

Pengetahuan etika berdzikir telah lama di sampaikan oleh para guru pembimbing.Hal ini menyangkut tata cara dan urutan dalam berdzikir.Maka syarat utama dalam melaksanakan suatu AWRAD(susunan dzikir) adalah mendapatkan talqin/ijazah/ijab qabul /bai`at dari seorang guru yang telah mendapatkan mandat dari Birokrasi Ilahiyyah.Sirsilah guru-guru dalam melaksanakan awrad dzikir mutlak adanya agar dzikir yang di laksanakan memiliki nilai tanggung jawab dan sambung menyambung sebagai tali Ilahiyyah yang akan melipat gandakan nilai amaliah dzikir yang di laksanakan.

Setelah sambungan sirsiloah ini di ketahui dengan jelas maka selanjutnya adalah bertawasul atau mengikatkan diri kepada bimbingan yang telah di turunkan oleh para guru sebelumnya.

“Wahai orang-orang yang beriman!Bertaqwalah engkau kepada Allah dan carilah Wasilah sebagai jalan mendekatkan diri kepada-Nya dan bersungguh-sungguhlah di jalannNya,semoga engkau termasuk orang-orang yang beruntung”(al-maidah:35)

Tersebut dalam Musnad Firdaus sabda Nabi SAW:

“Menyebut-nyebut nama para Nabi adalah ibadah,menyebut orang-orang shalihin adalah kaffarat(penebus dosa),mengingat mati adalah shadaqah,dan mengingat kubur adalah mendekatkanmu kepada surga”

Dengan mengenang mereka berarti mengantarkan aroma semerbak ruhani suci di majlis kita,karena kedekatan maqam mereka di sisi Allah SWT.Bukankah dikatakan bahwa para wali Allah dan orang-orang yang terbunuh di jalan Allah itu tidak mati?melainkan mereka hidup?

Adab batin sebelum berdzikir adalah menyucikan diri di hadapan-Nya.Secara syariat adalah bersuci dan secara hakikat adalah mengakui kesalahan diri di hadapan Allah.Kita adalah dhoif,hina dan bodoh di hadapan Allah,duduklah sebagai layaknya seorang hamba di hadapan tuannya.

Selanjutnya adab dalam batin adalah menghilangkan segala hasrat dan keinginan yang akan merusak perjalanan dzikir kita.Ketulusan,keridhoan dan kepasrahan diri tanpa keinginan nafsu yang menjebak kemurnian ibadah dzikir kita harus di lakukan.

Ketika memasuki dzikir sir (aktivitas) maka akan di perdengarkan ayat-ayat Allah.Seakan kita sedang bercakap dengan-Nya.Allah senantiasa menjawab setiap panggilan dzikir hambaNya.Maka ketika di bacakan ayat suci dengarkan dengan penuh kerendahan diri di hadapan-Nya.Cermati dan serap setiap pesan yang terkandung dalam firman-Nya sebagai pesan yang akan membimbing langkah hidup kita dalam mengarungi kehidupan dunia ini.

“Dan apabila di bacakan qur`an,maka dengarkan baik-baik,dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapatkan rahmat.Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut,dan dengan tidak mengeraskan suara,di waktu pagi dan petang,dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai”)Al-Araf:204-205)

  • Share/Save/Bookmark

Tags:

Leave a Reply

Translator

Job Listings
peluang bisnis sari kurma aljazira
Create your own banner at mybannermaker.com!
Counter Powered by  RedCounter
Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net
free counters

Navigation

Adsense Indonesia
Web Hosting
Powered by  MyPagerank.Net
Positions by Seo-Watcher