Makna Ar-Rahman dan Ar -Rahim

By admin

assalamu’alaikum wr.wb , berikut kami suguhkan sebagian tulisan dari isi ceramah Asyekh al-Akbar Muhyiddin Muh Daud Dahlan , berhubung banyaknya isi ceramah beliau , maka kami posting materi per materi. Semoga memberikan nilai manfaat bagi kita semua, salam by admin.
bismillah

oleh SYEKH AL-AKBAR MUHYIDDIN MUHAMMAD DAUD DAHLAN

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ للهِ وَحْدَه, وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلىٰ مَنْ لاَ نَبِيَّ بَعْدَه, وَعَلىٰ ألِهِ وَصَحْبِه وَمَنْ وَالَاهُ, أَمَّا بَعْدُ: رَبِّ أَدْخِلْنِيْ مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِيْ مُخْرَجَ صِدْقٍ وَّاجْعَلْ لِيْ مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَّصِيْرًا. وَقُلْ جَآءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوْقًا

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Hadirin Hadirat yang berbahagia, Kehidupan dunia yang fana dibandingkan dengan kehidupan yang dijanjikan oleh Allah (akhirat) diisyaratkan sebagai kebijakan Rahman dan Rahim-Nya.
Ar-Rahman itu adalah suatu karunia atau nikmat yang dilimpahkan oleh Allah kepada seluruh makhluq-Nya, diminta ataupu tidaktetap akan diberikan kepada seluruh makhluk-Nya, terutama manusia. Apakah manusia itu iman ataupun tidak, taat ataupun tidak. Siapa saja yang telah dilimpahkan kehidupan, maka Allah akan memberikan rizki atasnya. Allah juga memberikan petunjuk. Petunjuk-Nya bukan hanya sebatas petunjuk tentang kehidupan dunia semata, tapi juga petunjuk tentang kehidupan akhirat.
Kehidupan dunia garis besar kebijakannya dilambangkan sebagai kebijakan Ar-Rahman. Adapun kebijakan kehidupan yang abadi dilambangkan sebagai kebijakan Ar-Rahim.
Ar-Rahman merupakan suatu nikmat atau karunia yang nilainya sedikit. Dan yang sedikit ini dibagi-bagikan juga sekaligus diperebutkan oleh makhluk-Nya di dunia, khususnya umat manusia. Masing-masing golongan / kelompok baik yang iman maupun yang kafir berlomba-lomba ingin memonopolinya, ingin menjadi penguasa dan berjaya. Padahal nikmat dunia (sebagai kebijakan Ar-Rahman) itu akan fana. Arti fana adalah punah, hancur atau binasa. Entah itu kita sempat menikmatinya ataupun tidak, semuanya akan berubah menjadi sesuatu yang tidak berguna. Wujudnya berubah dari bermanfaat menjadi tidak bermanfaat. Misalnya kita mempunyai beras, lauk pauk, minyak goreng, dsb. Setelah kita nikmati, setelah berproses berubah menjadi kotoran. Kalaupun jika tidak kita gunakan akan berkurang nilainya, beras menjadi tengik dan berkutu, minyak goreng menjadi anyir, lauk pauk menjadi basi, dst. Benda mati pun demikian. Dipakai atau tidak, tetap akan menjadi rusak (fana). Kalau kita mempunyai mobil atau motor tapi tidak digunakan, terus kita simpan di gudang. Akhirnya menjadi karat (rusak). Dan bila digunakan terus menerus mesinnya menjadi aus. Maka kalau demikian, jika kita percaya dunia ini akan fana, mengapa kita merasa betah hidup di dunia? Mengapa sih berebut terus urusan dunia? Ditawari oleh Allah nikmat yang lebih agung kok susah amat? Ditunggu-tunggu masjid penuh, nggak penuh-penuh juga nih masjid! Kira-kira.. kalau ibadah kepada Allah langsung dibayar kontan, apakah lebih memilih datang duluan atau belakangan? …Kalau tahu rahasia yang akan Allah berikan dalam majelis ini, kira-kira mau datang duluan atau belakangan? Keluasan anugerah Ar-Rahman itu tidak akan mampu kita menikmatinya. Klimaks dari anugerah Ar-Rahman itu menyebabkan kita tidak berdaya menerimanya. Di ibaratkan seperti makan namun kekenyangan. Ar-Rahim merupakan kumpulan dari gugusan anugerah Ar-Rahman yang tak terhingga. Nilai Ar-Rahim yang dijanjikan Allah inilah yang mesti kita perjuangkan. Seseorang yang tergiur dan terobsesi dengan nilai yang dijanjikan Allah itu akan termotivasi bermujahadah (bersungguh-sungguh) untuk meraihnya. Tentu ia akan datang di awal waktu, tidak di akhir waktu. Jika keinginannya ingin yang mudah terus, bukan ibadah namanya!
Kehidupan akhirat merupakan suatu nilai kebijakan yang berada dalam genggaman Kekuasaan Allah, Al-Khaliq, yang menciptakan segala makhluk-Nya termasuk manusia. Apakah makhluk mampu menilai Keagungan dan Perbuatan Khaliqnya?
Sekiranya boleh mengambil sample (contoh/ibarat), sebuah cangkir adalah sebuah ciptaan dan manusia adalah penciptanya
[Menurut ketentuan Aqidah kita tidak boleh membandingkan Al-Khaliq dengan benda apapun di dunia ini. Namun sebagai ibarat boleh-boleh saja untuk memudahkan qiyas (logika) pemahaman].
Menciptakan dan mengolah itu berbeda. Menciptakan adalah mewujudkan sesuatu dari ketiadaan. Sedangkan mengolah adalah mewujudkan sesuatu dari sesuatu yang telah ada materinya. Misalnya membuat sambal bukan dikatakan menciptakan sambal, tapi mengolah sambal. Usaha meracik bukan menciptakan.Allah SWT sendiri mengungkapkan perbuatan dalam mewujudkan sesuatu dari sesuatu yang belum ada menggunakan kata ‘menciptakan’ (خلق). Sedangkan untuk sesuatu yang telah ada dengan menggunakan ‘menjadikan’ (جعل).
Firman Allah:”Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang lebih mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang lebih taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Mengetahui lagi Mengenal”. (Q.S. Al-Hujurat: 13)

Setelah Allah menggunakan kata ‘menciptakan’ (خلق) pada ayat itu, kemudian Allah menggunakan kata ‘menjadikan’ (جعل). Yang artinya: memproses, meracik, membentuk. Berbeda dengan arti ‘menciptakan’ yang berarti mewujudkan sesuatu dari ketiadaan sebelumnya. Itulah tata tertib bahasa yang dibangun dalam Al-Quran al-Karim.

Mudah-mudahan wawasan kita bertambah, keimanan dan keislaman kita bertambah. Keimanan yang kita dapatkan ini semoga dikuatkan dan diteguhkan oleh Allah SWT, dan tidak dipisahkan dari Tali-Nya.
Diakhiri Billaahit Taufiiq wal-Hidaayah,
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

  • Share/Save/Bookmark

Tags:

Leave a Reply

Translator

Job Listings
peluang bisnis sari kurma aljazira
Create your own banner at mybannermaker.com!
Counter Powered by  RedCounter
Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net
free counters

Navigation

Adsense Indonesia
Web Hosting
Powered by  MyPagerank.Net
Positions by Seo-Watcher